Regional

Satgas Nemangkawi Temukan 2 Jenazah KKB Anak Buah Lekagak Talenggen Saat Olah TKP di Mayuberi Papua

Dua jenazah ditemukan saat tim Satgas Gakkum Operasi Nemangkawi melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kampung Mayuberi, Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (18/5/2021) pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WIT. Lokasi tersebut berada di dekat sebuah honai, 300 meter dari lokasi pembakaran SD Mayuberi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Adapun barang bukti yang dimiliki KKB, selain 2 jenazah berjenis kelamin laki laki, juga ditemukan senjata api, uang tunai, 17 buah anak panah, dan 3 buah busur panah.

Lalu ditemukan juga 1 pucuk senjata api jenis SP 2 No.Seri 7302 07521, 1 buah magazen senjata M16, 1 buah magazen senjata SS1, 2 buah magazen senjata SP 2, 25 butir peluru kaliber 5.56, 17 butir peluru kaliber 7.62, 5 butir peluru kaliber 7.62 (AK 47 ), 4 butir peluru kaliber 5.56 (rusak), 4 butir peluru hampa kaliber 5.56. Kemudian, 17 butir selongsong peluru kaliber 5.56, 4 butir selongsong peluru kaliber 7.62, beberapa ponsel dan kartu sim, 1 buah teropong merk Alpen warna hijau tua, 1 buah camera digital , 1 buah camera roll, 2 kantong camera warna hitam, 4 buah HT warna hitam. Barang lainya yaitu, 1 buah antena HT, pisau, 1 laras senapan angin (rusak), 1 buah hoster senjata pendek (pistol) warna hitam.

Satgas Nemangkawi menambahkan, hingga kini 2 jenazah anak buah Lekagak Telenggen masih di TKP menunggu proses evakuasi dan identifikasi Tim Satgas Gakkum Ops Nemangkawi. Dalam kontak senjata di Kampung Mayuberi, Iqbal menyebut ada dua anggota KKB yang tewas. "Tiga orang KKB melakukan kontak tembak dengan Satgas Ops Nemangkawi TNI Polri pada pukul 04.12. TNI Polri berhasil menembak tiga teroris anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen, dengan dua teroris meninggal dunia, satu orang melarikan diri dengan kondisi tertembak," katanya.

Iqbal mengatakan, satu anggota KKB yang melarikan diri tersebut dipastikan dalam kondisi terluka. Saat melarikan diri, dia turut membawa senapan AK 47 yang sebelumnya dipegang oleh rekannya. Selepas kontak senjata, anggota Satgas Nemangkawi melakukan penyisiran.

Di lokasi kontak senjata, personel keamanan mengamankan beberapa barang bukti. "Barang bukti yang diamankan oleh petugas, dua mayat teroris, satu pucuk senjata organik jenis Moser 7,62, satu buah HT, amunisi 17 butir, dan empat selongsong peluru," ungkapnya. Iqbal menyampaikan, saat ini, Satgas Nemangkawi terus melakukan pengejaran di sekitar lokasi kejadian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.