Uncategorized

Superioritas Mohamed Salah, Berkah Liverpool, Pujian Jurgen Klopp, dan Puncak Top Skor Liga Inggris

Mohamed Salah menjadi bintang dalam kemenangan Liverpool atas Everton dalam pekan ke 14 Liga Inggris pada (2/12/2021). Di pertandingan bertajuk Derby Merseyside itu, berakhir dengan skor 4 1 untuk Liverpool, Salah yang menjadi aktor sukses mencatatkan namanya di papan skor sebanyak dua kali. Tambahan dua golnya sukses membawa nama Salah bertengger di puncak top skor Liga Inggris dengan torehan 13 gol, 4 gol lebih banyak dari Jamie Vardy yang berada tepat di bawahnya. Fantastis!

“Mo Salah, seorang pemain yang mencetak gol dari waktu ke waktu, dia luar biasa," puji Jurgen Klopp dilansir laman resmi Liverpool. Salah menjadi sebuah mesin pencetak gol seperti ini adalah perkembangan yang luar biasa," lanjut juru taktik asal Jerman tersebut. Ya, seperti kata Klopp di atas, penampilan Mohamed Salah selalu melejit dari musim ke musim, ia tak ada habisnya!

Sejak didatangkanLiverpooldari AS Roma pada 2017 silam, Salah menjelma menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia. Di musim pertamanya bersamaLiverpool(2017/2018), pemain asal Mesir itu langsung tampil bertaji dengan mencetak 32 gol diLiga InggrisuntukThe Reds. Salah pun berhasil membawa pulang gelar Sepatu Emas atas torehan golnya tersebut.

Sekaligus memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musimLiga Inggris, melewati torehan Cristiano Ronaldo, Luis Suarez dan Alan Shearer. Orang orang pun dibuatnya tercengang, sekaligus meragukan konsistensi Salah untukLiverpooldi musim selanjutnya. Keraguan itu wajar, memang Salah tidak terlalu bersinar saat membela AS Roma dan Fiorentina di Liga Italia.

Apalagi jika menengok karier Salah bersama Chelsea, ia dipinggirkan Mourinho, dan tak masuk rencana pelatih asal Portugal tersebut. Sangat tidak meyakinkan. Tetapi, Salah mampu menjawab keraguan tersebut lewat kualitasnya. Naluri mencetak gol Salah tak mati. Di musim selanjutnya, (2018/2019) Salah kembali mampu menjadi top skorerLiga Inggrisdengan torehan 22 gol bersama Sadio Mane dan striker Arsenal, Pierre Emerick Aubameyang.

Dari situ, kualitasnya pun diakui, Salah masuk dalam jajaran striker elit Eropa yang namanya mendunia. Bahkan, ketenaran Salah mampu memberi dampak pada cara pandang orang tentang agama islam. Selebrasi sujud Salah setiap kali mencetak gol ramai dibicarakan.

Pemain berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa cara itu dilakukannya sebagai ungkapan terima kasihnya pada Tuhan. Apa yang dilakukannya di atas lapangan takkan berarti apa apa tanpa izin dari Tuhan. Berkat ketenaran dan selebrasi positif yang dilakukan Salah, sebuah riset World Economic Forum mengungkapkan bahwa Islamophobia yang lama berbelit di Inggris, termasuk di daerah Merseyside Liverpool mulai menurun intensitasnya.

Semakin banyak gol dan selebrasi sujud yang dilakukan Salah, semakin banyak pula ia memberi dampak positif. Ditemukan bahwa kejahatan rasial di sana 'jauh lebih rendah' yaitu turun sebanyak 18,9 persen sejak Salah bergabung dengan Liverpool. "Penurunan yang diamati lebih besar di Merseyside daripada di semua negara plasebo, menunjukkan bahwa hasilnya bukan hanya kebetulan," tulis para peneliti dalam situs tersebut.

"Adanya penurunan di angka yang lebih besar dalam kejahatan rasial daripada kategori kejahatan lainnya," Ya, kegemilangan Mo Salah sampai berdampak pada hal sesenstif itu, dan selebrasi sujud tersebut selalu ia lakukan kembali di musim musim selanjutnya sampai sekarang. Di musim 2019/2020 dan 2020/2021, Salah sukses menciptakan 19 dan 22 gol untukLiverpool, sekaligus memberi gelar Liga Champions danLiga Inggrisuntuk tim yang bermarkas di Anfield tersebut.

Dan di musim ini, penampilannya lebih gila lagi, ia sukses menciptakan 13 gol hanya dari 14 penampilan bersama The Reds. Sebelumnya, Salah juga mengukir rekor sebagai pemain sayap tercepat yang berhasil mencetak 100 gol di Liga Inggris. Pemain berambut keriting tersebut berhasil mencetak 100 gol hanya dalam 162 laga. Mengalahkan torehan dari seorang Cristiano Ronaldo.

"Rekor Mo Salah benar benar gila. Dia masih lapar dan saya benar benar tidak tahu berapa banyak rekor yang masih bisa dia pecahkan lagi," puji Jurgen Klopp dilansir Skysports. "Sejak dia bergabung dengan kami, dia telah menjadi pemain yang sempurna. Dia pemain kelas atas,” lanjutnya. Mohamed Salah pun masuk dalam urutan ke tujuh dalam daftar pemain terbaik dunia (Ballon d'Or) yang di rilis pada (30/12/2021).

Kunci salah mampu mencetak gelontoran gol untuk Liverpool adalah sistem yang diterapkan Jurgen Klopp dan kemampuan finishing nya. Klopp mengandalkan dua penyerang sayapnya untuk mencetak gol, yaitu Mohamed salah dan Sadio Mane. Mereka berdua, tak fokus untuk memberi umpan ataupun merepotkan pertahanan lawan dari sisi sayap.

Lebih dari itu, Salah dan Mane lebih banyak menusuk ke dalam kotak penalti lawan, agresivitas serangan dari tepi lapangan banyak didukung oleh dua full back Liverpool, Andrew Robertson dan Trent Alexander Arnold. Itulah alasan mengapa seorang Salah dan Mane mampu menjadi penyerang sayap yang produktif untuk mencetak gol. Hingga pernah menyabet gelar top skor secara bersamaan di musim 2018/2019 dengan torehan 22 gol.

Catatan assist dua full back Liverpool juga mentereng, khususnya Arnold, Di musim 2019/2020, ia berhasil mengukir rekor sebagai pemain belakang dengan jumlah assist terbanyak dalam satu musim dengan torehan 13 assist dari 36 pertandingan. Kembali ke peran Mohamed Salah, salah satu alasan paling mencolok kenapa Salah rajin mencetak gol adalah pada kemampuan finishing nya. Dilansir FBref , Dari 14 pekan berjalannya Liga Inggris, Salah hanya mencatatkan 7.5 xG untuk 14 gol yang sudah ia ciptakan.

Itu menunjukkan bahwa Salah tak terlalu membutuhkan peluang besar untuk mencetak gol, ia mampu mencatatkan namanya di papan skor dengan peluang seminimum mungkin. Apalagi ditambah dengan kemampuan dribel dan kecepatannya, itu menguntungkan Salah untuk menciptakan peluangnya sendiri dan tak bergantung pada peran rekan rekannya. Salah satu contohnya adalah gol solo run Salah ke gawang Manchester City, ia berhasil mengecoh 3 pemain The Citizens lewat skill individu, lalu mencetak gol dengan kemampuan finishing berkelasnya.

Dua golnya di pertandingan tadi pagi juga menunjukkan bahwa ia adalah pencetak gol ulung yang tak pernah kehilangan akal untuk membuat kiper lawan frustasi. Dua kali menghadapi situasi one on one bersama kiper sekaliber Jordan Pickford, dua kali juga ia mampu menjebol kiper Timnas Inggris tersebut. 13 gol: (Liverpool)

Gol: Jamie Vardy (Leicester) Gol: Diogo Jota (Liverpool) Gol: Sadio Mane (Liverpool)

Gol: Raphinha (Leeds United), Callum Wilson (Newcastle), Michail Antonio (West Ham)

Leave a Reply

Your email address will not be published.