⌂ Home > Blog > Wisata > 11+ Wisata Budaya Jogja

11+ Wisata Budaya Jogja

Sebagai kota budaya, ada sangat banyak wisata di Jogja yang tak boleh dilewatkan. Berbagai kegiatan seni dan budaya seringkali diadakan di daerah Jogja mulai dari kegiatan harian hingga tahunan.

Skala kecil-kecilan hingga nasional bahkan internasional. Dari pertunjukan jalanan hingga diatas panggung megah. Jogja selalu menghadirkan unsur budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Sumber uraian : https://phinemo.com/jogja-itu-kota-budaya-harus-coba-lakukan-hal-ini-kalau-liburan-ke-jogja/

1. Jalan Malioboro

Malioboro adalah sebuah jalan yang terkenal di Yogyakarta. Pada awalnya, Malioboro merupakan kawasan berupa pusat perbelanjaan, seperti mal dan pertokoan besar. Kawasan ini juga dipenuhi pedagang kaki lima yang berjualan di lapak-lapak sepanjang Jalan Malioboro.

Beberapa pedagang tersebut menjual barang-barang berupa kerajinan dengan motif khas tulisan Jawa atau gambar yang menggambarkan budaya Jawa, seperti blangkon, keris, serta makanan khas Jogja.

Kawasan ini telah menjadi ikon terkenal bagi semua kalangan, baik dalam lingkup lokal maupun mancanegara. Area strategis yang menawarkan beragam keunikan dan keistimewaan Kota Yogyakarta ini berada di antara Keraton Ngayogyakarta dan Tugu Pal Putih.

Sumber ulasan : https://www.traveloka.com/hotel/indonesia/area/malioboro-street-107799

2. Tugu Jogja

Tugu Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai Tugu Malioboro ini mempunyai nama lain Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih merupakan penanda batas utara kota tua Yogya. Tugu Yogya bukanlah tugu sembarang, tapi tugu Yogya ini adalah tugu yang memiliki mitos yang sangat bersejarah dan sejuta misteri di dalamnya, sehingga menjadi salah satu keistimewaan yang dimiliki kota Yogya.

Sumber ulasan : https://jogjaistimewa.weebly.com/sejarah-tugu-jogja.html

3. Masjid Gedhe Kauman

Masjid yang sarat akan sejarah perkembangan Islam di Indonesia, terletak dekat dengan alun alun utara Yogyakarta, bangunan masjid masih kental dengan nuansa keraton dan terawat, dengan pernak-pernik masjid yang indah di dalamnya membuat betah berlama-lama di sini.

Sangat nyaman, karpet di dalam masjid sungguh empuk, perabotan terbuat dari kayu yang menggambarkan kekokohan konstruksi yang dibangun.

4. Taman Sari

Salah satu tempat wisata yang berada di kompleks keraton. Konon dahulu Taman Sari digunakan sebagai tempat pemandian permaisuri. Ada lagi yang menyebutkan bahwa tempat ini dulu digunakan sebagai tempat persembunyian akhir pada zaman perang

Taman Sari memiliki beberapa situs yang terpisah dengan bangunan utama. Tak heran jika tempat wisata bernilai sejarah tinggi ini lumayan hits karena memiliki beberapa spot foto. Apabila menggunakan kamera dikenakan biaya tambahan Rp. 2.000. Oh iya, simpan selalu tiketnya, sebab untuk ke beberapa situs lainnya, tiket akan diminta. Bagian yang paling disukai wisatawan dari area ini adalah tirta, taman yang ada di halaman depan, dan tangga lima. Sangat instagramable untuk difoto!

5. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Tempat bersejarah yang tidak akan terpisahkan dengan perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah. Areanya cukup luas dan sejuk, karena banyak pepohonan rindang di sekitarnya. Lingkungannya pun juga bersih. Petugas keraton disini juga sangat ramah dan sopan.

Sangat recommended untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang sejarah Indonesia. Karena disini pengunjung dapat melihat langsung bagaimana kehidupan keraton dan benda-benda peninggalan zaman dahulu. Sekaligus benda yang masih digunakan oleh Keraton Yogyakarta hingga saat ini. Seperti gamelan, kereta kuda, pusaka dan lain sebagainya.

5. Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta

Salah satu tempat yg sangat ikonik di Kota Jogja, karena merupakan kesatuan dari Keraton Yogyakarta. Tempat ini dulunya dijadikan tempat latihan untuk prajurit keraton, akan tetapi seiring berjalannya waktu, fungsinya bergeser menjadi tempat untuk berekreasi terutama oleh turis domestik maupun mancanegara.

Hal yang paling menarik dari Alkid (sebutan untuk Alun-Alun Kidul) adalah adanya beringin kembar, dimana mitos mengatakan bahwa siapa saja yg dapat melewati beringin kembar tersebut dengan mata tertutup, maka hal yang diimpikannya akan menjadi kenyataan.

Saat hari beranjak petang, banyak jajanan khas kaki lima beraneka ragam berjajar di sekitaran Alkid. Ada juga becak dengan lampu berwarna-warni yg bisa menjadi sarana hiburan jalan-jalan di Jogja.

6. Alun-alun Utara

Alun-alun lor merupakan alun alun yang berada di depan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di alun alun ini, suasana sekitar masih klasik Jogja banget! Terdapat dua pohon beringin besar, usianya mungkin sudah ratusan tahun.

Cocok sebagai tempat nongkrong malam hari bagi anak-anak muda atau mahasiswa di pinggir alun-alun utara atau beberapa pendopo di sebelah timur buat kamu yang sekalian cari tempat makan modern dengan menu khas angkringan jogja.

Alun-alun Lor ini juga sangat ramai dikunjungi wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri. Di dekat Alun-Alun lor ini juga terdapat tempat-tempat bersejarah seperti Masjid Kauman, Museum Seni Budoyo dan masih banyak lagi.

7. Kotagede

Nuansa tradisional masih kental terasa di kota ini. Salah satunya yakni kompleks Masjid Besar Mataram. Lingkungannya terasa masih seperti di lingkungan kraton. Lengkap dengan pagar batu berelief yang mengelilingi masjid, pelataran yang luas serta beberapa pohon sawo kecik dan sebuah bedug raksasa

Di samping itu, Kotagede juga terkenal dengan komplek makam raja-raja Mataram yang bernama Pasarean Mataram. Tempat dimana Panembahan Senopati dimakamkan. Beberapa tahun berselang, komplek makam raja-raja Mataram tersebut kemudian dipindahkan ke Kecamatan Imogiri, Kab. Bantul oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo ketika masa pemerintahannya.

8. Situs Warungboto

Warungboto merupakan sebuah situs pesanggrahan yang dulunya adalah istana air milik Hamengkubuwono II pada masa kerajaan Islam. Sekilas penampakannya mirip dengan Taman Sari, hanya saja ukurannya lebih kecil.

Sebenarnya Situs Warungboto ini cukup luas, namun karena letaknya yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk membuat adanya kemungkinan bahwa beberapa bagian dari situs tersebut telah rusak disebabkan kepentingan-kepentingan tertentu. Faktor alam serta usia pun juga menjadi sebab atas rusaknya situs ini. Walau demikian, bangunan utamanya sudah dipugar kembali.

Disarankan untuk tidak berkunjung ke Situs Warungboto pada siang hari sebab terik matahari cukup panas (apabila cuaca cerah). Waktu yang tepat berkunjung adalah pagi atau sore hari. Sambil berfoto kamu juga bisa menikmati suasana kampung wisata sekitaran Warungboto.

9. Pasar Seni Gabusan

Pasar Seni Gabusan merupakan destinasi wisata yang mengumpulkan para sentra industri seni di Bantul. Umumnya, mereka bergerak dibidang seni industri keramik, batik, cinderamata dan lain sebagainya. Para sentra industri seni ini saling berlomba-lomba memajang hasil karyanya.

Desain dari Pasar Seni Gabusan dinilai memiliki nilai seni yang tinggi. Sangat terencana dan apik. Pada malam hari, banyak sekali pengunjung yang terbiasa kongkow-kongkow sembari menikmati kuliner setempat.

Tidak hanya untuk dewasa, di kawasan ini pula tersedia beberapa permainan untuk anak -anak. Mulai dari becak mini, mobil mobilan skuter mini dan lain sebagainya.

Pasar Seni Gabusan juga terkenal sebagai tempat yang digunakan untuk pasar malam. Sejumlah bus pariwisata pun juga tidak ingin ketinggalan untuk berborong cinderamata sebagai oleh-oleh khas daerah Jogja.

10. Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo berasal dari dua kata dalam Bahasa Jawa. Yakni kata ‘bering’ yang berarti beringin-beringin karena dulu wilayah pasar merupakan hutan beringin. Sementara ‘harjo’ mempunyai makna kesejahteraan.

Usut punya usut, nama pasar ini disematkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Tepatnya pada tanggal 24 Maret 1925 silam. Dengan adanya Pasar Beringharjo ini, Sri Sultan berharap kesejahteraan banyak orang dapat terlaksana dengan baik..

Bisa dibilang, Pasar Beringharjo merupakan surganya bagi para pencari kain batik. Motifnya bervariasi. Harganya tergantung bahan dan kualitas. Rata-rata penjual mematok dari harga 15.000 hingga 45.000.

Selain kain batik, sebagian pedagang di Beringharjo juga menawarkan pakaian-pakaian lainnya, yakni berupa kemeja, baju anak hingga dewasa. Banyak pilihan kebaya mulai dari payet hingga kain, tergantung bahan dan kualitas.

Sedangkan di belakang pasar terdapat banyak sekali rempah-rempah kesehatan dan juga kecantikan. Di sisi barat juga terdapat souvenir baik untuk oleh-oleh maupun sebagai cinderama pernikahan.

11. Jalan Prawirotaman

Sejatinya nama Prawirotaman ini sudah cukup tenar di sebagian wisatawan lokal, bahkan sampai ke turis-turis mancanegara sekalipun. Satu dari sekian hal yang merik dari Prawirotaman adalah fasilitasnya yang “ramah” bagi para wisatawan.

Mau cari tempat penginapan? Ada, harganya pun juga cukup murah. Selama kamu pintar-pintar cari penginapan sesuai kantong. Warga setempat juga ramah terhadap wisatawan. Mereka tak segan-segan akan membantumu jika ada hal-hal yang diperlukan. Lebih dari itu, ternyata lokasi Prawirotaman juga sangat strategis. Yakni dekat dengan pusat Kota Jogja dan Jalan Malioboro.

Anda Mungkin Suka...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!