⌂ Home > Blog > Uncategorized > Cara Merawat Mobil Matic yang Benar

Cara Merawat Mobil Matic yang Benar

Sebenarnya merawat mobil matic itu dapat dilakukan dengan mudah. Tapi jika kita lupa merawatnya, resiko kerusakan dapat menghabiskan budget yang lebih besar dibandingkan mobil manual. Pada dasarnya cara merawat mobil matic sama dengan cara merawat mobil manual kecuali perawatan pada sistem transmisi atau gigi mobil. Sistem transmisi matic memang lebih rumit dan komponennya lebih banyak dibanding transmisi manual, akan tetapi produsen mobil juga telah mendesain agar mobil matic tidak rusak jika dirawat dengan benar.

Secara umum mobil matic lebih nyaman digunakan dan lebih mudah dalam hal perawatan. Akan tetapi, mobil matic akan sangat merepotkan jika transmisi otomatis tersebut rusak karena akan banyak memakan biaya untuk memperbaikinya. Sehingga perawatan sistem transmisi menjadi kewajiban bagi para pemilik mobil matic.

Tips Perawatan Mobil Matic Supaya Awet & Nyaman

Dibawah ini adalah cara merawat mobil matic agar awet dan nyaman untuk di gunakan:

1. Service Mobil

Menservice mobil adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Karena kenyamanan dan keamanan bisa kita dapatkan dengan melakukan service mobil secara rutin. Bagi mobil matic, service adalah hal yang sangat diutamakan karena juga untuk mengikuti produsen yang memberikan peraturn untuk service berkala. Mobil matic sangat membutuhkan updated tentang kendaraan yang memang sangat di wajibkan oleh produsen untuk setiap pengendara.

2. Mengganti Oli Mesin

Untuk mobil matic, selain service mobil maka penggantian oli mesin juga harus diperhatikan. Oli mesin juga sangat penting bagi mobil anda karena adanya keamanan dan kenyamanan tidak hanya melalui service berkala saja tetapi juga dengan pergantian oli mesin maka anda bisa mendapatkan keamanan dan kenyamanan.

3. Menjaga Kondisi ATF

ATF (Automatic Transmision Fluid) adalah oli yang ada pada gearbox transmisi yang berfungsi bukan hanya sebagai pelumas transmisi akan tetapi juga memberikan tenaga mekanis untuk memindahkan gigi. Jika oli ini terlalu kental atau terlalu encer akan menyebabkan berbedanya tekanan yang diberikan untuk memindahkan gigi pada gearbox (pengemudi jadi merasa aneh pada sistem transmisinya).

Penggantian ATF ini berbeda-beda untuk tiap jenis mobil dan tiap jenis produsen mobil akan tetapi minimal ATF ini bisa bertahan sampai 20 ribu kilometer dengan syarat kondisi sistem transmisi sangat baik (tidak ada kebocoran oli, berkurangnya volume oli ataupun kontaminan seperti debu yang masuk).

Baca juga: Cara Mudah Merawat Body Mobil

4. Pemeriksaan Kondisi Fisik Transmisi Rutin

Pemeriksaan secara rutin kondisi fisik transmisi terutama saat melakukan service rutin dengan mengecek apakah terjadi kebocoran pada sistem transmisi, apakah ada tetesan minyak, apakah ATF berkurang volumenya dan apakah kekentalan oli juga berkurang. Jika terjadi hal-hal di atas lebih baik jika penggantian ATF dilakukan pada periode yang lebih pendek.

5. Mengenali Kerusakan Mobil

Deteksi ketidakberesan secara dini, biasanya mobil dengan transmisi matic ini jika sedikit mengalami gangguan akan terasa saat di perjalanan (pada saat mobil berjalan). Beberapa indikasi sistem transmisi tidak beres antara lain: mobil selip (mesin sudah pada Rpm tinggi tapi kecepatan tidak bertambah secara signifikan), persneling terasa lebih kasar (adanya hentakan saat gigi pada gearbox berpindah).

6. Memanaskan Mobil

Jika anda ingin bepergian jarak jauh dengan menggunakan mobil matic, sebaiknya anda melakukan pemanasan pada mobil. Karena memanaskan mobil sebelum bepergian atau sebelum menggunakan adalah salah satu hal yang sepele, namun banyak orang yang memiliki mobil matic tetapi malah mengabaikan hal sepele seperti ini.

Padahal harus anda ketahui jika anda terlalu sering lalai dalam memanaskan mobil maka akan berakibat fatal karena anda akan merasakan gangguan pada mesin mobil matic anda. Maka dari itu jangan lupa memanaskan mobil matic anda dan perlu di ingat dalam memanaskan mobil matic maka keadaan tuas transmisi berada pada posisi N (Netral).

7. Dilarang Menderek Mobil Matic

Jika mobil matic dalam keadaan mati lalu di derek maka transmisi akan berputar tanpa adanya oli yang akan merusak seluruh komponen mobil bertransmisi matic karena cara kerja oli ini adalah mobil harus hidup untuk menyirkulasikan oli ke seluruh sistem transmisi. Mobil matic yang diderek sembarangan seperti mobil berjalan tanpa oli akan berakibat sanagat fatal.

Menderek mobil matic ada caranya mulai dengan memakai derek khusus sampai melepas hubungan roda dengan transmisi agar aman. Menderek mobil matic juga hendaknya dilakukan dengan kecepatan yang rendah dibawah 30 km/jam dengan jarak tempuh tidak lebih dari 80 km.

8. Meneliti Persneling

Perawatan mobil matic yang selanjutnya adalah anda sebagai pemilik mobil harus meneliti dalam penggunaan persneling, anda sebagai pengguna mobil sebaiknya hindari penggunaan persneling “P” jika mobil matic anda dalam keadaan berhenti. Apabila anda gunakan secara terus menerus maka mobil matic anda bisa mengalami kerusakan pada bagian persnelingnya.

Jika anda ingin memakirkan mobil matic anda maka anda jangan menggunakan persneling D, karena jika anda menggunakan persneling D mobil matic anda akan mengalami kerusakan. Untuk lebih aman nya bagi mobil matic anda adalah hanya dengan memindahkan tuas transmisi mobil matic ke posisi “P” jika anda ingin parkir mobil.

Anda Mungkin Suka...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!